Penganugrahan Budaya PWI Pusat, Dewan Juri Menyatakan Bupati Labuhabatu Layak Untuk Menerima Penghargaan
keterangan fhoto : Bupati Labuhanbatu dr Hj Maya Hasmita Sp.O.G.MKM, (atas).Para Dewan juri lagi adakan rapat koordinasi untuk memutuskan tentang kelayakan Bupati Labuhanbatu untuk Menerima Penghargaan dari penganugrahan Budaya
Rantauprapat,Gelorakyat-news.com
Dalam penganugrahan Kebudayaan PWI Pusat untuk katagori Bupati /Wali kota pada Acara HPN 2026 diserang ,Provinsi Banten Nomor 539/PWI-P/LXXIX/I/2026, Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., dinyatakan berhak menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat tahun 2026,
Keputusan itu tertuang dalam Berita Acara Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, yang ditandatangani oleh lima orang dewan juri, yakni Yusuf Susilo Hartono, Agus Dermawan T, Dr. Nungki Kusumastuti,
Akhmad Munir, dan Sudjiwo Tejo.
“Memutuskan bahwa : Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., M.K.M., dengan proposal berjudul “Gema Sahabat (Gerakan Empati Masyarakat) : Penguatan Karakter dan Budaya Sejak Dini” berhak menerima
penghargaan Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat tahun 2026, berupa Trofi Abyakta dan piagam, pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN), di Banten, 9 Februari 2026,” tegas dewan juri dalam dokumen berita acara yang diterima wartawan, Jumat, (16/1/2026).
Sebelumnya, Bupati Labuhanbatu dr Hj Maya Hasmita Sp.O.G.MKM dalam presentasi di hadapan para dewan juri memaparkan, Inovasi Gema Sahabat adalah program yang tumbuh dari realitas dan topografi dan budaya Kabupaten Labuhanbatu, Kepekaan akan risiko alam dan kesadaran akan pentingnya perlindungan kelompok rentan, khususnya anak-anak, mendorong lahirnya program kemanusiaan yang berakar pada nilai budaya lokal.
Program ini telah diimplementasikan oleh dr Hj Maya saat membantu korban banjir bandang di wilayah Sumatera, dengan cara melakukan mobilisasi budaya dan kemitraan dengan melibatkan komunitas etnis melalui pendekatan budaya inklusif untuk menumbuhkan empati, memobilisasi donasi dari pemerintah, swasta, dan kelompok budaya.
Selain itu Maya juga memaparkan dengan Praktek lainnya berupa aksi kemanusiaan berbasis budaya, yakni melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak bencana dan menawarkan pemulihan trauma healing pada anak melalui seni dan permainan, serta pendistribusian perlengkapan sekolah dan kebutuhan dasar pada anak – anak yang masik masa belajar.
Begitu juga dengan kepedulian yangbbeeikan kepada para mahasiswa dari Aceh yang diberikan perlindungan dalam bentuk menjemput serta mengumpulkan para mahasiswa di pendopo untuk di berikan semangat atas terjadinya bencana hingga tidak bisa belajar di kampus.
“Dalam hal ini semua kegiatan telah didokumentasikan semua kegiatan dengan foto dan video untuk akuntabilitas, agar menunjukan kerjasamanya dengan media untuk berbagi narasi kemanusiaan yang inspiratif,” papar Hj Maya saat presentasi yang berlangsung Jumat, 9 Januari 2026 yang lalu.
Menurutnya, implementasi program tersebut telah berdampak pada pemulihan psikososial anak, dan akses pendidikan tetap terjaga berkat penyediaan perlengkapan sekolah.
“Gema Sahabat berperan sebagai investasi sosial dan budaya bagi Kabupaten Labuhanbatu, Anak-anak yang tumbuh dengan pengalaman empati, solidaritas, dan keteladanan, akan berkembang menjadi generasi yang berkarakter kuat, adaptif, dan memiliki kesadaran kebangsaan serta kemanusiaan” tegasnya.
Diakhir presentasinya, Maya Hasmita berharap kiranya Inovasi Gema Sahabat dapat berkontribusi dalam mengaktualisasikan budaya lokal, sebagai pendidikan karakter empati, menjadi visi gerakan nasional dan penguatan identitas bangsa.( moy).
Editor : Admin/Red
